CERPEN

Friday, September 08, 2006

INDAHNYA ISLAM


Pagi itu kelihatan masih gelap gulita namun kokokan ayam jantan begitu merdu sekali diiringi dengan suara percikan air sawah yang semakin keras yang menandakan bahwa pagi sudah mulai datang.
namun sesosok bayangan anak muda sedang melintasi jalan setapak yang agak berbatuan menuju sebuah masjid yang lumayan jauh dari rumahnya, pemuda itu bernama feri dia cukup dikenal oleh warga sekitarnya dia anak yang taat,rajin dan patuh pada perintah orang tua, feri juga bukan anak yang suka dimanja oleh kedua orang tuanya seperti teman-teman sebayanya sehingga banyak teman-teman yang senang bergaul dengannya selain karena sifat dan akhlaknya yang baik feri juga merupakan salah satu siswa yang terpandai di SMA nya namun walaupun dia pintar dalam segala hal dia tidak pernah sombong atas apa yang ia dapatkan lebih-lebih merendahkan orang lain.feri merupakan anak pertama dari empat bersaudara,feri sekarang lagi duduk di bangku kelas 2 SMA sementara adik keduanya edo kelas 3 SLTP dan adik yang ketiga nita masih duduk dibangku SD sementara yang paling kecil masih digendong ibunya.
Sehabis solat subuh feri membantu ibunya untuk menyiapkan barang dagangannya untuk diantarkan kewarung sebelah sekolahnya,dia bukan tipe anak yang pemalu apalagi gengsi itu sungguh tidak terlintas bahkan tidak ditemukan dalam keperibadian feri.“fer…”panggil ibunya dari dapur
“ya ma….”balas feri yang sedang memakai seragam sekolah itu
“kesini sebentar nak….”pinta ibunya dengan suara lembut
“ya ma tunggu sebentar lagi,feri lagi pasang baju nich….!!”tandasnya
Sambil buru-buru feri langsung ketempat ibunya yang sedang menunggunya
“nih fer…mama sudah siapin kuenya untuk kamu bawa kesekolah”ucap ibunya
“ya bu…..”balas feri sambil berpamitan dan sekaligus minta do’a agar sampai pada tujuan dengan selamat
“Assalamualaikum….”ucap feri setelah selesai mencium kedua tangan orang tuanya sambil melambaikan tangannya.
“Waalaikumussalam…,hati-hati ya nak!”balas ibunya sambil menatap kearah anaknya yang pergi kesekolah dengan mengayuh sepeda pemberian pamannya itu.
Dalam perjalanan kesekolah sambil mengayuh sepeda sekaligus meninting barang dagangan ibunya itu tiba-tiba terdengar suara mengejek yang keluar dari mulut teguh bersama teman-temannya yang ikut numpang di mobil milik teguh itu.
“kasihan banget itu si feri,pagi gini masih bawa kue sambil ngontel lagi….,ih..ih..ih.. siapa sih orang tuanya kok memaksa anak untuk bekerja masih dini gitu…!?”ujarnya sambil ketawa kecil memandang feri
“Iya...ya kasihan banget si feri,kalo gue mungkin malu banget…!!”ujar rajes yang kebetulan anak konglomerat sukses di kotanya.
Feri hanya terdiam dan tidak perduli dengan perkataan teman sekelasnya itu,dia hanya yakin bahwa Allah adalah yang maha kaya yang memberikan rezki kepada manusia dan semua manusia itu sama entah dia kaya atau miskin namun yang membedakan nya hanya iman dan taqwanya dan buat apa aku malu pakai sepeda toh ini juga halal sebenarnya yang malu itu adalah engkau yang pakai mobil bagus hasil koruptor”gumam feri dalam hatinya. sampai disekolah belpun langsung berbunyi yang menandakan waktu masuk kelas sudah mulai,akhirnya feripun langsung memasuki kelas sambil bergegas-gegas membersihkan pakaiannya yang agak kusut karena belum sempat diseterika tadi malam.
Tidak lama setelah itu tiba-tiba wali kelas feri datang sambil membawa beberapa lembar pengumuman dari kepala sekolah
“Assalamualaikum,pagi anak-anak..”ucap pak sutaryo yang kebetulan menjabat sebagai wali kelas feri itu
“pagi pak ..!!”jawab anak-anak sambil merapikan tempat duduknya masing-masing sebelum pengumuman dibacakan.
“ya baiklah anak-anakku sekalian,pagi ini bapak akan membacakan beberapa pengumuman yang langsung datang dari kepala sekolah”tandasnya sambil tersenyum lebar melihat anak-anak didiknya yang kelihatan gembira itu
“pengumuman apa,pak”Tanya deni penasaran
“yang pertama ini mengenai acara pembagian raport,terus yang kedua yaitu berisi tentang pengumuman siswa yang berperestasi disekolah ini”jelasnya
“hore….hore…yes..yes….!!”jawab teguh kegirangan setelah mendengarkan pengumuman sambil berjoget ria
Pengumuman pun sudah usai dibacakan oleh walikelas yang diiringi dengan bunyi bel yang menandakan waktu istirahat telah tiba.feri terdiam ditempat duduknya sambil menundukkan kepala di atas meja tiba-tiba hari teman dekatnya feri mencoba menghampirinya “fer…kamu kenapa. kok wajahmu murung gitu…kenapa,ada masalah”Tanya hari sambil memegang bahu temannya itu
“gak ada apa-apa kok har”jawabnya sambil menarik nafas dalam-dalam kemudian menatap hari.“ya udah kalo gak ada apa-apa,gimana kalo sekarang kita ke kanting ibu fit aja makan burjo ama es susu pasti seru abis…!!”ajak hari sambil menarik tangan feri agar keluar dari tempat duduknya itu.
Sambil berjalan pelan menelusuri koredor sekolah yang dihiasi dengan deretan bunga-bunga mekar yang harum tiba-tiba dari kejauhan mata feri tertuju pada seorang cewek cantik berambut hitam lebat yang sedang asyik ngobrol di kanting yang ia tuju itu.“har…har…”sapa feri sambil narik-narik tangannya hari
“ada apa fer”jawabnya.“kamu kenal gak cewek yang lagi makan itu”jawab feri sambil menunjukkan hari kearah cewek yang ia maksud itu
“Ooo….itu,itu namanya novi anak kelas 2A,dia itu anak orang kaya fer dan tidak seagama dengan kita…!!”emang kenapa tanya hari,kamu naksir ya fer”geledek hari sambil memasuki ruang kantin tempat cewek itu berada
“ehm…ehm..!!”gumam feri sambil memesan semangkok burjo dan segelas es susu
Sambil menunggu pesanan itu feri masih tetap menatap kearah novi sampai-sampai feri tidak tahu kalo burjo yang ia pesan itu sudah berada didepannya
“fer….fer…itu burjo yang kamu pesan !!”sahut hari
“Ooupssst…ah kamu har ngagetin aja”balas feri
“kamu sepertinya lagi ngelamunin novi ya?tanya hari
“ah…kamu tahu aja”jawab feri sambil mencicipi burjo yang masih hangat itu serta sesekali memalingkan muka kearah novi namun novinya sudah pergi. tiba-tiba Belpun berbunyi yang menandakan jam terakhir sudah datang,feri dan hari langsung meninggalakn kantin sambil menuju kekelas yang kebetulan hari satu kelas dengan feri.
Siang itu panas matahari sepertinya membakar kulit lapisan ozon sudah mulai menipis akibat polusi udara yang tak kunjung reda dari gerbang utama sekolah nampak anak-anak sudah mulai pulang sekolah namun lain halnya dengan feri,seperti biasa feri setelah pulang sekolah mengambil hasil jualan kue yang di kasih kewarung sebelah sekolahnya itu.akan tetapi di tengah perjalanan menuju tempat ia parkirkan sepedanya itu tiba-tiba tanpa disangka novi muncul dan berpapasan dengan feri
“hai…”sapa feri dengan senyum lebar
“hai juga..”balas novi sambil membuka pintu mobilnya
Novipun langsung menghidupkan mobilnya dan meninggalkan feri yang sedang membuka koncian sepeda ontelnya itu.
sesampainya dirumah feri kemudian mengambil air wudhu terus menunaikan sholat berjamaah bersama adiknya yang kebetulan pulang sekolah samaan setelah itu feri mulai mendekati ibunya yang sedang duduk diruang tamu sambil menghitung hasil dagangan kuenya.
“siang ma….”sapa feri dengan lembut sambil memegang kedua pundak mama tercintanya itu
“siang nak,oya fer kamu dah makan lom?”Tanya ibunya.“belum ma..!!”jawabnya
“ya udah sekarang kamu ajak makan adek-adek kamu di dapur,setelah itu kamu boleh istirahat dan nanti sore ada pengajian, kamu ikut ya…”pinta mama feri
“ya ma..”balas feri sambil merundukkan kepala meninggalkan tempat ibunya menuju dapur keluarga
Setelah selesai makan bersama adek-adeknya feri langsung mencuci piring bekas makan itu sendirian,feri coba menerapkan semua yang telah ia dapatkan disekolah terutama dari pelajaran agama, apalagi sekarang feri lagi aktif di rohis sungguh pengalaman yang ia dapatkan selama ini telah membuat dia menjadi anak yang mandiri dan kereatif.tidak terasa panas matahari mulai agak melemah yang menandakan bahwa sore akan segera tiba ,feri langsung mandi dan bersiap-siap untuk melaksanakan sholat ashar berjamaah seperti biasa dimasjid kampungnya yang kebetulan pengajian akan diadakan disana
“fer kamu dah siap ya”ucap mamanya sambil mengambil kunci pintu depan
“ya ma,feri dah siap kok….berangkat sekarang aja ya sekaligus sholat berjamahnya disana “balas feri sambil menaruh sajadah di pundaknya
“iya”balas mamanya
Tak beberapa lama setelah melewati jalan setapak yang berliku-liku itu akhirnya mereka sampai dimasjid tempat pengajian yang akan digelar itu, adzanpun mulai berkumandang yang menandakan sekaligus mengajak orang-orang muslim dimanapun berada untuk menunaikan sholat dan menunda pekerjaannya untuk memenuhi panggilan Ilahi Rabbi,sehabis solat berjamaah kemudian pengajian dimulai oleh Ustad.Abdullah S.Ag yang memang dikenal sering membawakan pengajian kesetiap daerah sehingga wajar kalo Ustd.Abdullah banyak dikenal warga sekitar bahkan banyak sekali diantara warga yang ingin agar dia selalu memberikan pengajian tiap selesai shalat subuh
“Assalamualaikium warahmatullahi wabarakatuh”sapa Ustd Abdullah kepada hadirin yang sudah mulai banyak berdatangan membanjiri masjid Al-Huda itu
“Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakaatuh…”jawab hadirin dengan bersemangat
“baiklah para hadirin yang berbahagia dan dirahmati oleh Allah,pada pertemuan kita pada kali ini akan membahas tentang 3 ciri dasar orang mukmin:
1. Bersabar terhadap musibah yang menimpanya
2. Bersyukur atas nikmat kelapangan dari Allah
3. Menerima semua ketetapan Allah
Setelah selesai merincikan dan menjelaskan 3 pokok diatas Ustd.Abdullah mulai memimpin do’a yang ala Aa Gym itu, dia menyuruh semua jamaah menundukkan kepala seraya memohon ampunan kepada allah swt atas semua dosa-dosa yang telah diperbuat baik yang disengaja maupun tidak disengaja selama ini.tanpa terasa suara adzanpun mulai bergemuruh dikumandangkan dari masjid-masjid yang lain yang tidak begitu jauh dari tempat pengajian itu,akhirnya setelah melakukan do’a bersama para hadirin langsung menunaikan sholat maghrib berjamaah dengan khusuk.
Malam mulai tiba suara katakpun terdengar menghiasi suasana malam yang sunyi itu begitu juga dengan suara mobil dan motor yang ribut menambah kebisingan serta turut menghiasi dan sekaligus menyambut datangnya malam.
feri kemudian bergegas mencari ibunya di tengah keramaian yang kebetulan tadi duduk paling depan ketika pengajian dimulai.setelah lama mencari akhirnya feri berhasil menemui ibu tercintanya itu yang sedang duduk dikursi dibawah pohon kelapa masjid Al-Huda tersebut,mereka kemudian berjalan pulang bersama-sama dengan penduduk yang lain tua,muda anak-anak dan remaja semua datang pada pengajian yang diadakan di masjid itu. sesampai dirumah feri langsung mandi dan makan malam bersama keluarga.keluarga feri terkenal ramah-ramah apalagi papa dan mamanya yang selalu ikut pengajian rutin yang diadakan oleh para tokoh agama.setelah makan malam feri langsung mengambil air wudhu kemudian menunaikan sholat isya’ bersama adek-adeknya yang masih kecil itu sejurus kemudian setelah selesai sholat feri mulai mereview semua pelajaran yang telah ia dapatkan disekolah sampai matanya mulai kelihatan tidak memancarkan sinar lagi,feri akhirnya tertidur pulas diatas meja belajarnya itu sampai subuh tiba.
Kicauan burung yang dipelihara feri mulai terdengar merdu sampai ditelinganya,yang kemudian disambut oleh kokokan ayam jantan milik tetangganya itu, feri baru sadarkan diri bahwa ia tertidur pulas diatas meja belajar miliknya itu.
“Astagfirullahal Adzim…sholat jamaah subuh dah selesai..!!?”ucapnya sambil bergegas turun kelantai bawah untuk mandi dan langsung sholat subuh.
Seperti biasa sebelum berangkat sekolah feri dipanggil ibunya untuk membawa barang dagangannya ke warung samping sekolahnya, pagi itu raut muka feri kelihatan sangat cerah sekali karena hari itu adalah pengumuman nilai raport semester duanya dan dia sangat yakin sekali kalo dia akan jadi juara satu lagi sambil meninting barang dagangannya feri mulai mengayuh sepedanya dengan laju karena khawatir akan terlambat sampai kesekolah
Sesampai digerbang sekolah anak –anak sudah pada mulai pada kumpul dan harap-harap cemas apakah nilai mereka bagus atau tidak tiba-tiba.“hai fer…”sapa hari dari belakang.“hai juga..”balas feri sambil tersenyum
“wah fer selamat ya….!!”ucap hari.“selamat apanya….”balas feri penasaran
“selamat kamu jadi juara satu terbaik disekolah ini fer…!!!”tegas hari sambil memeluk teman dekatnya itu erat-erat.
“Alhamdulillah ….Allah telah mengabulkan semua do’a-doa’ku”jawab feri sambil menuju ke tempat pembagian raport yang sudah mulai dipenuhi anak-anak terutama feri dan hari. Dari kejauhan duduk dua sosok anak muda yang kebetulan sedang nunggu pengumuman sambil berbincang-bincang yang ternyata satu diantara keduanya adalah novi anak kelas 2A yang beragama non muslim itu.
“yogi….”sapa novi.“kira-kira kamu tahu gak sich nama anak yang dapat nilai terbaik di sekolah ini…..”sambungya
“Ooo…..itu,namanya feri anak kelas 2B anaknya ganteng,putih terus baik lagi dia enggak sombong seperti teman-temannya yang lain dan anaknya juga biasa-biasa aja kok”jelas yoga kepada novi yang kebetulan itu lagi makan coklat favoritnya
“emang kenapa kamu naksir ya ama feri…..”geledek yoga
“enggak kok aku cuma kepengen tahu doank,gak ada salahnya kan…!!”cetusnya sambil melihat kepala sekolah yang semakin mendekati pintu aula itu
“selamat pagi anak-anak..”sapa kepala sekolah yang diikiti oleh semua guru di sekolah itu
“pagi pak…”jawabnya serentak
Sambil menuju ke podium aula kepala sekolah memerintahkan para guru untuk masuk semuanya kedalam aula sambil melihat anak didiknya yang berperestasi
“baiklah pada pagi hari ini bapak akan ngumumin nama-nama siswa yang berperestasi termasuk yang mempunyai nilai terbaik disekolah ini”jawabnya dengan suara berwibawa
Kepala sekolah mulai menyebutkan nama-nama siswa yang berperestasi dikelasnya dan yang terakhir adalah nama siswa yang mempunyai nilai terbaik disekolah itu dengan tenang dan senyum lebar sementara para siswa mulai cemas-cemas apakah namanya dipanggil atau tidak.“baiklah kemudian nama siswa yang mempunyai nilai terbaik disekolah ini adalah….Feri Santoso dari kelas 2B mohon maju ke depan untuk mengambil hadiah sekaligus memberikan sambutan atas keberhasilannya dalam mencetak nilai yang luar biasa ini “ujar kepala sekolah sambil menutup pidatonya itu, feri mulai maju sambil diiringi tepukan yang meriah dari teman-temannya dan semua guru-guru sekolah itu kepala sekolah langsung memberikan hadiah berupa perlengkapan sekolah dan bebas dari uang SPP selama setahun,feri menjabat tangan kepala sekolah dan menciumnya sebagai tanda hormat kepada guru setelah itu feripun mulai beranjak ke podium sambil memulai pidatonya
“Assalamualaikum…..yang saya hormati bapak dan ibu guru, dan teman-teman sekalian yang saya cintai,pertama-tama saya ingin ngucapin syukur saya yang tiada henti-hentinya kepada Tuhan yang Maha Kuasa yang mempunyai ilmu yang amat luas dan tiada batas, sungguh saya bukanlah orang yang luar biasa namun ini semua berkat Tuhan dan kerajinan serta ketekunan saya dalam belajar, jikalau teman-teman yakin siapa pemberi ilmu maka teman-teman sudah mendapatkan setengah dari pada ilmu itu sendiri selanjutnya tinggal teman-teman apakah teman-teman mau belajar dengan rajin atau tidak”
Semua orang seisi ruangan itu terharu dan tersenyum lebar dengan uraian kata-kata yang dikeluarkan oleh feri hati mereka berkata-kata atas apa yang mereka lakukan selama ini kata-kata yang keluar dari mulut feri itu ternyata bisa menggugah hati mereka bahwa kita harus yakin siapa pemberi ilmu yang sebenarnya dan manusia hanya bisa berusaha.
feri sambil tersenyum mulai menutup pidatonya dan langsung meninggalkan podium dan menunddukkan kepala di hadapan semua guru yang hadir di ruangan itu.
Iringan suara tepuk tangan mulai menghidupkan dan membuat suasana dalam ruangan itu terasa fresh yang sebelumnya terasa kaku,feri kemudian kembali ketempat semula yang disambut dengan ucapan selamat yang keluar dari mulut teman-temannya dan tidak kalahnya dengan suara yang kencang dari mulutnya novi
“selamat ya fer….N aku cinta kamu”ucapnya sambil menatap kearah feri yang tidak jauh dari tempat duduknya itu.
Semua teman-teman dan gurunya menertawai novi yang ke-GR an itu.novi hanya terdiam dan pembagian raportpun sudah berkhir anak-anak pada pulang namun feri bersama temannya yang lain sengaja menghabiskan waktunya untuk makan bersama di kantin mengingat musim liburan sekolah dah dimulai namun tiba-tiba…novi datang sambil menjinjing tas gaul warna pink miliknya yang kebetulan dibeli beberapa hari yang lalu waktu acara valentin’s day
“hai fer…”sapa novi sambil duduk disamping feri.“hai juga….”balasnya sambil menjaga jarak dari novi
“kamu ada acara gak nanti sore,aku ingin ajak kamu jalan-jalan kepantai mengingat liburan dah dimulai gimana…!!”lanjut novi.
“ehm…sory banget ya nov,bukannya aku gak mau tapi...?”.
“tapi apanya…?”balas novi
“aku takut kalo jalan berdua..”jawab feri sambil memalingkan wajahnya kearah teman-temnnya yang berada di sampingnya itu.
“kok kamu ngomongnya kayak gitu sich,emang kamu gerogi ya kalo jalan berdua sama cewek.fer..fer…ini zaman modern bebas…”ujar novi dengan raut muka yang kelihatan kesel
“kita kan bukan muhrim nov..,jadi kita tidak boleh jalan berdua…!!”balas feri menundukkan kepala
“muhrim itu apa-an..?”Tanya novi dengan nada ingin tahu,karena baru kali ini dia mendengar kata yang dikeluarkan feri
“muhrim itu pasangan yang belum nikah…?”jelas feri sambil meninggalkan tempat duduknya menuju taman depan kantin sekolahnya itu sambil diikuti oleh novi
“Ooo..itu sebabnya kamu gak mau”tandas novi dengan suara mengalah
“iya..nov,lagian kita juga tidak seagama kan…!!”tegas feri sambil menatap kearah novi. novi hanya menunduk dan terdiam mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut feri sambil memeras jari-jari kelingkingnya yang putih itu.
“nov…kamu marah ya ..!?”Tanya feri sambil mencoba menenangkan hati novi
“gak kok fer,aku cinta dan sayang banget ama kamu…fer!!”ujar novi sambil meninggalkan feri dan kawan-kawannya menuju ke mobilnya dan langsung membanting setirnya dengan cepat bak michael shumacher yang sedang balap disirkuit sentul jakarta.
Feri merasa bersalah telah membuat novi marah karena menolak tawarannya namun bagimanpun itu semua memang dilarang dalam islam”ucapnya dalam hati sambil berjalan menuju teman-temannya yang dari tadi setia menunggunya di kanting sekolah. “hai…..teman-teman,feri pulang dulu yach coz takut terlambat sholat berjamaahnya dimasjid dan selamat menikmati liburan ya….!!”ujar feri sambil menyalami temannya.“hati-hati di jalan fer”sahut teman-temannya yang menatap feri meninggalkan kantin sekolah
Semua temannya terdiam kaku sambil mencoba merefleksikan diri masing-masing ketika melihat tingkah laku feri yang begitu santun,bijak,cerdas serta murah senyum itu dan feri juga begitu taat pada ajaran agamanya, sungguh hati feri begitu tenang menjalani hidup ini.suasana mulai hidup ketika ibu kantin menyapa mereka bahwa kantin sekolah sebentar lagi mau nutup baru kemudian mereka bergegas-gegas meninggalkan kantin dan pulang kerumah masing-masing.
Begitu tiba sampai rumah novi bergegas turun dari mobil dan mengoncinya kemudian memasuki kamarnya yang terletak di lantai dua rumah yang tergolong elit dikawasan kota itu. novi menaruh tas diatas meja riasnya lalu merebahkan tubuhnya yang langsing itu diatas spring bed empuk miliknya sambil mengingat-ingat kata-kata yang keluar dari mulut feri pemuda islam yang sederhana,sopan,bijak lagi cerdas sekaligus tempat ia jatuh cinta itu.“feri….aku sayang dan cinta ama kamu,baru kali ini hatiku yang terdalam tersentuh oleh peria seperti kamu dan kamu adalah peria yang pertama aku temui yang begitu kuat memegang ajaran agamanya sungguh aku yakin betapa bersih dan beningnya hati kamu fer…”gumamnya dalam hati sambil meratapi nasib dirinya yang tidak pernah menemukan hal semacam itu dari ortu maupun agamanya.orang tua novi termasuk orang yang sibuk bekerja diluaran sampai-sampai kasih sayang mereka jarang terlimpahkan dan tercurahkan kepada novi putri semata wayangnya itu.tanpa disadari mata novi mulai mengecil dan menyempit akhirnya novi pun terbawa dan terbui dalam mimpi yang begitu indah.
Sesampai dirumah feri langsung memberikan hasil ujiannya kepada mama dan papanya seperti biasa dia kemudian bergegas ke masjid untuk menunaikan sholat dzuhur berjamaah bersama-sam warga sehabis sholat feri kemudian mengangkat kedua tangannya menghadap sang ilahi rabbi feri berdo’a kepada Allah swt. feri kelihatan begitu khusuk dalam berdo’a sampai-sampai seorang kakek tua yang jalan terpatah-patah tertegum melihat sesosok pemuda belia yang sedang khusuk berdo’a itu kemudian ia berkata”sungguh beruntung orang yang mempunyai anak seperti itu “gumamnya dalam hati sambil meninggalkan tangga masjid Al-Huda.
Tidak seperti biasanya feri kali ini sehabis sholat langsung kekamar dan mengoncinya dari dalam feri mulai mengingat apa yang barusan terjadi di sekolah,feri mulai memikirkan novi anak non muslim yang selalu mencoba mendekatinya itu feripun akhirnya tersenyum manis ketika melihat cewek non muslim yang cantik itu. sambil mondar-mandir sekeliling kamar yang dihiasi poster GF itu, Feri mulai mengambil bantal gulingnya seraya berdo’a sebelum tidur”Bismika Allahumma Ahya Wabismika Amuut”ucapnya sambil merebahkan tubuhnya yang masih memakai pakaian sekolah itu.
Selama liburan feri banyak menghabiskan waktunya untuk belajar dan memperdalam ilmu agama,dia sering ikut pengajian yang diadakan dimasjid kampungnya itu semakin lama ilmu feri dan wawasannya tentang islam semakin bertambah dia kelihatan lebih bijak dan santun dalam bertutur kata.detik berganti detik jampun berganti jam waktu berputar begitu cepatnya tidak terasa feri sekarang sudah masuk ke kelas 3 SMA dan kegiatan sekolah pun akan segera dimulai.
Pagi itu sang surya mulai menampakkan sinarnya di ufuk timur,sinar-sinar sang surya itu mulai menembus kedalam kamar feri sinarnya memberikan kehangatan bagi setiap ummat manusia dimuka bumi,kicauan burung dan suara percikan air yang turun dengan deras melalui bebatuan yang terjal dari puncak gunung itu kemudian mengalir kesawah-sawah para petani.pagi itu semua warga mulai keluar menjalankan aktivitasnya seperti biasa, begitu juga dengan feri yang kesehariannya adalah pergi menuntut ilmu,sehabis sarapan pagi feri seperti biasa membawa kue dagangan ibunya sambil berpamitan kemudian mengayuh sepeda pemberian pamannya itu dengan pelan-pelan sambil memperhatikan dan melihat pemandangan alam yang begitu indah yang telah dikarunia Allah kepada manusia namun manusia tidak pernah merasa bersyukur atas pemberian-Nya. sampai di sekolah feri langsung memarkirkan sepedanya sambil mengantarkan barang dagangannya ke warung sebelah sekolahnya itu namun dari kejauhan nampak novi dengan yoga teman sekelasnya itu sedang memperhatikan feri yang begitu sederhana namun cerdas dan berperibadi sopan itu .setelah mengantar barang dagangannya itu feri kemudian bergegas masuk kekelasnya.
Di dalam kelas feri aktif bertanya mengenai pelajaran yang ia belum faham apalagi mengenai ilmu-ilmu yang berkaitan dengan agama islam.tidak lama setelah itu belpun mulai berbunyi dengan kencang yang menandakan jam pelajaran mulai berganti dan tiba saatnya untuk istirahat.seperti biasa feri dan teman-temannya ke kantin namun ditengah perjalannya feri menemukan segerombolan anak yang sedang berkelahi feri kemudian bergegas menuju lokasi yang tidak jauh dari tempat ia berdiri itu.”hai ada apa ini…”ucap feri sambil melerai keduanya yang kebetulan feri agak tinggi diantara keduanya. kalian seharusnya malu kelahi ditempat umum seperti ini apalagi masih dalam lingkungan sekolah nanti kalo ada apa-apa kalian bisa dipecat dari sekolah apakah kalian mau jadi anak jalanan yang terlantar yang jauh dari ilmu pengetahuan,sahabat sekarang zaman modern zaman orang-orang yang bersaing dalam ilmu pengetahuan akan tetapi kalian malah bersaing untuk saling tonjok lagian juga dalam agama islam sungguh sangat melarang yang namanya permusuhan karena semuanya itu akan berakibat tidak baik…ya udah sekarang kalian salaman dan berjanji tidak akan ulangi hal ini lagi” ujar feri sambil memegang kedua tangan temannya yang berkelahi itu.makasih ya fer,untung kamu datang”tandas anto yang kebetulan salah satu diantara yang berkelahi itu.ya udah sama-sama selama kamu tidak ulangi lagi dan ingat ….”jagalah hati jangan kau kotori….jagalah hati lentera hidup ini…..”sambung feri sambil menyanyikan sebait lagu Aa Gym.
Semua teman-teman yang melihat aksi feri itu tertegum memandangnya tidak kecuali novi yang sejak awal memperhatikan feri yang begitu bijak dan berani mengambil resiko demi menyelamatkan dan meleraikan permusuhan itu.novi semakin penasaran dengan sikap yang dimiliki feri yang akhirnya membawanya untuk selalu bersamanya.sambil melangkahkan kaki menuju kantin sekolah tiba-tiba...fer…”sapa novi sambil melambaikan tangannya kearah feri.feri hanya tersenyum melihat tingkah novi yang selalu mendekatinya.fer…kita makan bareng yuk..”pinta novi.kamu duluan aja,aku mau manggil hari”balas feri.tidak lama setelah itu feri dan hari muncul dihadapan novi,novi jadi kegelabakan mau ngomong apa. Novi…yoganya mana,biasanya kamu selalu ama dia”ucap feri sambil mencoba menghidupkan suasana.ehm…dia enggak masuk hari ini,dia lagi sakit berat”balas novi dengan raut muka yang kelihatan sedih. Sakit…kenapa kamu gak ngasih tau nov….,ya udah nanti habis pulang sekolah kita langsung jenguk kerumahnya”pinta feri.
Siang itu cuaca panas sekali bahkan sampai menyengat kulit,pohon-pohon disekitar taman sekolah sudah mulai mengering begitu juga dengan rerumputan.angin bertiup sangat kencang yang membuat sebagian lapangan yang tidak di tumbuhi rerumputan itu menimbulkan debu berterbangan yang bisa membuat filek bahkan penyakit-penyakit yang lain.mungkin tuhan sudah mulai murka kepada manusia yang tidak pernah menjaga kelestarian alam yang telah dianugrahkan-Nya kepada manusia.
Teet…teet…suara bel sekolah anak-anak pada bersiap-siap untuk pulang nampak dari gerbang sekolah feri,hari dan novi yang kelihatan sudah siap untuk berangkat kerumah yoga.nov..har ..kalian dah siap lom”sapa feri sembari memandang keduanya.”ya kita udah siap,gimana kalo kita berangkat aja biar nanti tidak keburu-buru”balas hari.ya udah yuk”sambung feri. Akhirnya merekapun pergi dengan menggunakan mobil novi sesampainya dirumah yoga novi langsung memarkirkan mobilnya didepan taman rumah yoga.
Teet…teet…suara bel rumah yoga,ibu yoga yang kebetulan waktu itu lagi tidak ke kantor karena jaga yoga yang membukakan pintu rumah.”eh…novi,silahkan masuk ajak ibu yoga dengan ramah sambil mempersilahkan mereka duduk diruang tamu,yoga masih berbaring dikamar dia belum bisa banyak bergerak”jelas ibunya.”kira-kira kami boleh gak nengok yoga bu…”pinta feri sambil tersenyum hangat. Boleh kok….malah mama jadi gak enak ngerepotin kalian “ujarnya sambil mengajak mereka ke kamar yoga. Gak apa-apa kok bu kami malah senang apalagi yoga teman baik kami”sahut hari. Treeeeeeeeeaat…”pintu kamar yoga terbuka,yoga masih kelihatan terbaring diatas ranjang empuk miliknya itu. Pelan-pelan novi,hari dan feri mendekatinya sambil duduk disampingnya. Yog….kamu dah baikan sekarang ya “sapa novi memegang dahi teman dekatnya itu.”Alhamdulillah sekarang agak baikan nov…”balasnya sambil mencoba duduk diatas tempat tidurnya itu. oya fer,har makasih kalian dah datang nengok aku…”sapanya.gak kok malah kami sangat risau kalo kamu gak masuk sekolah dan sebagai ummat muslim memang sudah sewajarnya dan sepantasnya kalo ada sahabat yang kena musibah wajib untuk kita datang menjenguknya karena memang itu anjuran dari Tuhan Yang Maha Esa dan islam sendiri….”balas feri sambil tersenyum lebar.
Novi mulai berkata-kata dalam hatinya betapa indah dan tenangnya islam semua yang berkaitan dengan tingkah laku dan kehidupan manusia di atur didalamnya. Sungguh….ini tidak pernah aku temui dalam agamaku”gumam novi dalam hati kecilanya.

BUNGA KAMPUS


Pagi itu sang surya mulai menampakkan wajahnya dari ufuk timur yang disambut oleh kicauan burung-burung kenari yang berlomba melantunkan suaranya yang terindah di ranting-ranting pepohonan yang rindang,suara percikan air yang mengalir begitu deras diantara bebatuan tajam dan suara kokokan ayam turut berpartisipasi meramaikan sekaligus menyambut kedatangan pagi yang begitu indah.
Meja belajar suhaiba pagi itu masih kelihatan berantakan bekas belajar hingga larut malam,suhaiba adalah anak ketiga dari 3 bersaudara kedua saudaranya adalah cowok sehingga wajar sekali kalau suhaiba selalu dimanja oleh ortu maupun kakaknya.suhaiba lahir dan tumbuh dari golongan orang kaya serta kuat paham keagamaanya.suhaiba memang terlahir dalam keadaaan yang begitu menawan alias cantik.namun kecantikan yang di anugrahkan oleh Tuhan yang Maha Kuasa itu tidak ia salah gunakan dalam menjalani kehidupan yang penuh tantangan ini.suhaiba juga tergolong cewek yang ramah,pemurah,berjilbab dan dermawan terhadap sesamanya.
Dikampus suhaiba begitu dikenal walaupun dia baru memasuki semester awal selain karena kecantikannya dia juga anak yang pintar,cerdas bahkan tidak segan-segan dia memperotes dosennya apabila ada kesalahan.
“suhaiaba…..”sapa nita teman akrabnya sejak masih SD itu
“hai nit…!!jawabnya sambil tersenyum kearah temannya itu
“suhaiba,kamu dari mana aja…aku capak banget nyari kamu tau gak…!!”tandas nita sambil menahan nafasnya
“emang ada apa…?”tanya suhaiba sambil mengajak nita berjalan kearah taman yang dipenuhi rerumputan dan bunga-bunga yang tertata rapi.
“aku mau ngajak kamu nonton konser nanti malam…!!?”lanjut nita sambil membersihkan kursi tempat duduknya itu.
“nonton konser apa-an nit….?”Tanya suhaiba ingin tahu
“nonton konser nasyid yang diadakan oleh pihak universitas…dan tentunya ajang kita untuk refreshing donk,lagian besok kita kan libur ….”jelas nita yang memang satu kelas dengan suhaiba.
“Ooo….itu aku dah tau duluan kok,pasti kamu baru baca ya…!!pengumumannya sih udah lama di tempel mungkin sekitar dua hari yang lalu”balas suhaiba.
“yup…oya suhaiba entar habis kul kita makan dikantin aja ya coz aku rindu banget makan disana dah lama gak pernah nongol”pinta nita sambil mulai meninggalkan taman dan menuju kekelas.
Siang itu sinar sang surya begitu panas tidak seperti biasanya.di sudut kantin terlihat suhaiba dan nita sedang asyik ngobrol sambil mencicipi makanan khas kantin itu.namun sejurus kemudian mata nita tertuju pada sesosok laki-laki bertubuh tinggi
“suhaiba,lihat cowok itu cakep banget….”Tanya nita sambil menunjukkan kearah cowok yang sedang menikmati secangkir kopi susu di pojok sudut kantin itu.
“emang kenapa,kamu mau sama dia..!!”Tanya suhaiba kembali
“ya ampun siapa yang gak mau kalo cowoknya seperti itu….cakep….pp dan pasti cowok Itu tajir deh…!!”jawab nita yang masih menatap cowok itu
“nit….”tanya suhaiba sambil menepuk kedua bahunya
“oupssst….eh suhaiba ngagetin aja”jawab nita sepontan
“nita…nita…dah yuk kita cabut aja coz sekarang aku mau pulang dulu takut kesorean kalo terlalu lama disini”Tanya suhaiba.
“yup…”balas nita sambil berjalan menuju ke arah mobil suhaiba yang kebetulan di parkirkan tidak jauh dari kantin kampus itu.
Sampai rumah setelah selesai anterin nita kerumahnya suhaiba langsung sholat kemudian istirahat diruang tamu sambil menunggu papanya pulang dari kantor tiba-tiba….
“teettt…..teettt……”suara bel rumah suhaiba, suhaibapun langsung berlari membukakan pintu
“eh papa kirain siapa…?”tanya suhaiba sambil mengambil tas papanya kemudian berjalan menuju ruang tamu
“kamu dah pulang kuliah su….”Tanya papanya
“ya pa….barusan nih suhaiba pulang tadi banyak dosen yang gak masuk”jawab suhaiba
“sekarang papa mau istirahat dulu capek dan ingat su…kamu harus rajin belajar biar IP kamu bagus jangan tergantung sama dosen”tegas papanya yang memang pernah bersetatus sebagai dosen luar biasa di universitas tempat suhaiba kuliah.
“ya pa…”balas suhaiba sambil menuju ke kamarnya yang terletak di lantai dua itu.
Matahari sudah mulai kembali keperaduannya yang disambut oleh datangnya malam.nita kelihatan sudah mulai siap-siap untuk acaranya bersama suhaiba nita pun mulai memainkan jarinya sambil menekan nomor telp rumah suhaiba
“kring..kring…!!!”telp rumah suhaiba berdering
“halo…”jawab suhaiba
“su…ni aku nita,gimana kita jadi gak untuk nonton konsernya?”Tanya nita dengan suara gembira
“ehm…ehm…sory baget ya nit mungkin malam ni aku gak bisa coz aku lagi gak enak badan,gimana kalo kamu sendirian aja”balas suhaiba
“ya…su kok kamu batalin sih,ya udah kalo gitu aku berangkat sendirian aja”tukas nita sambil menutup gagang telp.
Senin pagi suhaiba mulai berangkat ke kampus sambil mengemudi mobil blazer pink pemberian papanya itu dengan laju, setelah sampai di gerbang universitas dia langsung memarkirkan mobilnya di tempat biasa.sambil berjalan menuju kelas paginya itu suhaiba sempat berhenti sejenak untuk membaca pengumuman yang berbunyi “Sehubungan dengan dekatnya perayaan hari wanita internasional kami mengundang saudara/saudari untuk berpartisipasi menggalang kekuatan untuk menuntut pemerintah agar memperhatikan kesejahteraan kaum perempuan dan sudah saatnya bagi kaum perempuan untuk meminta hak-hak mereka yang selama ini di kekang oleh kaum borjuis” mata suhaiba masih terus melototi pengumuman itu baris demi baris sungguh hati kecil suhaiba mulai terketuk ketika membaca pengumuman yang tertempel itu, pikirannya mulai melayang ketika melihat kejadian-kejadian yang tidak wajar untuk didapatkan oleh kaum hawa akhir-akhir dekade ini apalagi melihat di layar televisi maupun media yang lainnya banyak sekali kaum wanita yang nasib mereka terombang-ambing bak kapas yang di terbangi oleh angin yang tidak tentu arahnya.
Suhaiba langsung menemui pemberitaan itu ia kemudian daftarkan diri untuk ikut dalam aksi yang akan di adakan oleh anak-anak BEM. tidak lama setelah itu di depan kampus sudah mulai kelihatan banyak mahasiswi dan mahasisiwa yang tergabung dalam aksi tersebut sudah mulai mempersiapkan barisan dari kampus menuju kantor departemen tenaga kerja nasional, sepanjang jalan mahasiswa mulai berteriak teriak sambil mengangkat-angkat sepanduk yang berisi kekecewaan mereka terhadap kebijakan yang dilakukan pemerintah selama ini mereka meminta agar hak-hak perempuan di angkat dan diperhatikan sebagaimana layaknya kaum laki-laki, tidak terkecuali suhaiba yang ikut dalam aksi itu menunjukkan keperihatinannya yang begitu mendalam terhadap masalah yang semakin hari semakin parah itu suaranya begitu kencang sambil berteriak-teriak………pemerintah mana janjimu..!!di dalam aksi itu yang lebih vokal dalam orasi adalah suhaiba yang memang mempunyai daya retorika yang sudah bagus berkat ajaran dari papanya sejak kecil.suhaiba begitu keritis dalam berpidato kata-katanya merasuk,rasional dan begitu jelas-jelas menyindir kebijakan yang di ambil pemerintah selama ini.aski itu berlangsung begitu lama hingga menjelang magrib.para mahasiswa dan mahasiswi mulai kehabisan tenaga yang seharian penuh melakukan orasi besar-besaran itu,malam udah mulai menyelimuti kantor depnaker, mahasiswa mulai beranjak pulang meninggalkan tempat itu ribuan polisi kelihatan mengamani jalannya aksi tersebut.nampak juga suhaiba yang mulai kelihatan capek,lesu kehabisan tenaga dan suara mulai meninggalkan tempat itu bersama-sama dengan mahasiswa yang lain.
Langit semakin kelihatan gelap,tempat-tempat hiburan malam mulai ramai-ramainya di penuhi oleh anak-anak remaja,jalan-jalan sudah mulai lancar setelah seharian macet total akibat aksi yang dilakukan mahasiswa mengingat hari perempuan international.
“teeettttttt……………..teeetttttttttt……!!”suara bel mobil kedengaran dari luar rumah suhaiba
“pa….itu suara mobilnya suhaiba,cepat bukain sana….”sapa ibunya sudah lama nunggu suhaiba.
“su…..kamu dari mana aja nak…”sapa papanya sambil manatap wajah anaknya yang kelihatan lesu itu. Tanpa komentar suhaiba langsung memarkirkan mobilnya di garasi depan.sambil menenteng tas dan peralatan-peralatan bekas demo itu suhaiba mulai melangkahkan kakinya memasuki pintu rumah,nampak di ruang tamu maminya suhaiba sudah nunggunya dari tadi,seraya berjalan dengan terpatah-patah suhaiba mendekati maminya dan langsung membaringkan badannya yang langsing itu diatas kursi busa ruang tamunya itu.
“ma…..suhaiba capek banget….”keluhnya
“emang kamu dari mana aja su….”Tanya mamanya penasaran
“suhaiba baru pulang demo ma dikantor depnaker……”sambungnya.namun papanya hanya bisa tersenyum melihat kemajuan yang ada dalam diri anaknya itu
“bagus……anak papa memang luar biasa,papa salut sama kamu su….”ucap papanya sambi duduk di samping anak gadisnya itu.tidak lama kemudian kakanya suhaiba edo datang dari belakang kamar tamu sambil membawakan adiknya jus lemon kesukaannya itu
“wah luar biasa suahaiba ma……”tukas edo sama mamanya
“emang kenapa do….”lanjut mamanya
“mama,papa tau gak sih barusan edo nonton berita di metro tv kemudian edo ngelihat si suhaiba lagi teriak-teriak di depan kantor depnaker,luar biasa ma..pa…siapa dulu,adiknya edo……!!”jelas edo sambil memencet hidung adiknya yang mancung itu sambil meninggalkan suahaiba papa dan mamanya di ruang tamu.
“ooo sakit…………. awas ya!!”ucap suhaiba sama kakak keduanya itu
“udah-udah…su sekarang kamu ganti pakaian dan mandi sana……”tukas mamanya sambil membangunkan suhaiba
“ya ma……”balasnya kemudian menuju kekamarnya.
Seperti hari-hari sebelumnya suhaiba kembali aktif masuk kuliah walaupun masih terasa pegal-pegal bekas demo itu.ketika berjalan di taman kampus suhaiba seperti mendengar suara panggilan, suara seseorang yang memanggi namanya namun ia tidak hiraukan akan tetapi suara it terus saja memanggil sehingga suhaiba mencoba memalingkan wajahnya yang di tutupi oleh jilbab warna biru yang ia beli beberapa hari yang lalu.
“su……”pangilnya yang ke-empat kali,yang ternyata nita teman sekelasnya
“nita……”balas suhaiba sambil menuju kearah nita
“su kamu dah di tunggu sama ketua dekan fakultas cepetan….”ujarnya
“ada apa….?”Tanya suhaiba penasaran
“aku juga enggak tau….yang penting kamu kesan aja?!!”imbuhnya nita
“anterin donk…..”tukas suhaiba yang kelihatan manja
Sambil menuju keruang dekan teman-teman suhaiba tersenyum lebar melihat suhaiba,suhaiba jadi lebih penasaran ada apa dengan dirinya.tanpa disadari kedua kaki suhaiba sudah sampai di depan pintu dekan fakultasnya,sambil menarik nafas dalam-dalam suhaiba memberanikan diri untuk mengetuk pintun.
“tukk…tuk….tuk…”suara pintu
“silahkan masuk…..”pinta dekan itu
Suhaiba mulai kelihatan was-was ketika menemui dekannya itu
“silahkan duduk su…..”sapa dekannya itu
“makasih pa……”ucap suhaiba dengan suara agak halus
Sambil mengambil sesuatu dari dalam meja kantornya itu,dekan mulai pembicaraannya dengan suhaiba
“su….begini tadi malam bapak dapat informasi dari pihak depnaker,mereka ingin ngomong banyak dengan kamu soal demo yang kemarin,mungkin nanti siang kamu akan di tunggu di gedung depnaker oleh bapak DR.Giantoso Sutaryo.Mpd. diruang kerjanya,gimana su….?”lanjut dekannya itu
“ke depnaker pak dekan…..??”sambung suhaiba dengan wajah yang kelihatan mulai penasaran
“ya….”lanjutnya
“dan untuk lebih jelasnya kamu kesana aja soalnya bapak juga belum begitu jelas infonya tadi malam karena bapak terburu-buru….”balas pak dekannya
Suhaiba masih diselimuti rasa penasaran dan was-was jangan-jangan mau diadili gara-gara terlalu perotes”gumam suhaiba dalam hati. pikiran suhaiba mulai kacau dengan berbagai asumsi yang ia buat.
Jam kuliah filsafat ilmu sudah berakhir namun suhaiba masih kelihatan merenung di dalam kelas sehingga banyak teman-temannya yang keheranan dengan tingkah suhaiba hari itu,jam yang sudah di tentukan sebentar lagi akan tiba suhaiba masih kelihatan termenung dengan ucapan dekannya tadi pagi itu, dia mulai mempersiapkan jawaban yang akan di ajukan orang-orang depnaker nantinya dengan bermodalkan keberanian suhaiba mulai mengambil konci mobilnya dan mengemudinya ke tempat gedung depnaker itu. lalu lintas masih kelihatan sepi walaupun waktu itu siang hari nampak mobil-mobil elit yang harganya di atas tiga ratus juta itu berderetan parker di depan halaman kantor depnaker yang di jaga oleh enam security itu dari gerbang utma nampak suhaiba dengan mobil belazernya mengambil lokasi parkir seperti mobil-mobil yang lain.suhaiba langsung di jemput oleh seorang sekertaris bapak giantoso itu
“embak yang namanya suhaiba…”Tanya sekertris itu
“iya…..saya”jawab suhaiba sambil meninggalkan mobilnya
“oya…bpk giantoso sudah nunggu embak dari tadi di ruangannya.mari saya antar”sambungnya sambil melangkah duluan
Suhaiba mulai kebengongan melihat gedung itu yang dipenuhi oleh pekerja dari kaum laki-laki dan hanya sebagian saja dari perempuan
“treettt……………”suara pintu ruang kerja bapak.giantoso terbuka dan sekertaris itu mempersilahkan suhaiba untuk masuk kedalam
“silahkan duduk dik…..”ucap pak giantoso sambil menutup percakapannya lewat telepon.
“makasih pak….”jawab suhaiba tenang
“oya…dik suhaiba,kemarin adik yang terlalu vokal dan semangat demo di bawah ya….”lanjut bapak itu
“i…ii..iya pak..”jawab suhaiba sambil menatap kearah bapaknya.
“memang benar apa yang adik ucapkan itu kemarin dan kami sekarang lagi mengusahakannya dan program itu tidak bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dari adik mahasiswi.dan sebagai rasa terimaksih dan apresiasi bapak dan segenap karyawan disini bapak akan memberikan sebuah hadiah buat dik suhaiba dan ini akan bapak kasi kepada rektor dik suhaiba sekarang…..gimana”ucap bapak itu
“Alhamdulillah ucap suhaiba….kirain diadili.”gumam suhaiba dalam hati
“ya pak….gak apa-apa sekarang aja”ucapnya
Baiklah kalo begitu sekarang bapak dan sekertaris bapak akan ke kampus dik suhaiba”sambung pak gianto sambil memanggil sekertarisnya agar mengantar suhaiba kemobilnya.setibanya dibawah gedung depnaker bapak giantoso memasuki mobil dinasnya kemudian di ikuti suhaiba dengan mobil peribadinya itu. suasana kampus masih ramai kelihatan didepan-depan taman kampus anak-anak masih pada ngumpul belajar bersama
“teettt…..teettt…….”suara mobil pak giantoso yang kemudian mengambil perkir didepan kantor rektorat.bapak giantoso dan suhaiba mulai turun dan keluar dari mobil peribadinya itu yang disambut oleh rektor dan dekan fakultas. suhaiba kelihatan gembira sekali. rektor suhaiba langsung mempersilahkan bapak depnaker itu untuk memasuki aula,pertemaun kedua pejabat penting itu di penuhi oleh mahasiswa dan mahasiswi dan tidak kalahnya juga oloeh para dosen senior universitas itu.
“Baiklah para mahasiswa dan dosen,kali ini dari pihak depnaker akan memberikan hadiah dan apresiasi kepada saudari suhaiba atas aspirasinya pada waktu demo beberapa hari yang lalu dan kepada bapak depnaker dan saudari suhaiba kami persilahkan untuk maju kedepan sambil menerima souvenir”ucap ketua rektor
acara itu dipenuhi oleh tepuk tangan yang meriah kepada suhaiaba….hidup suhaiba……”ucap nita sambil melompat-lompat dari belakang dan langsung memeluk suhaiba.

Saturday, September 02, 2006

CINTA TAK TERUNGKAP



Kembali teringat raut wajahmu
Taburan cinta mengikuti sebuah senyuman
Tapi dalam hati ini tak bisa ungkapkan
Nyaliku menciut terlalu siang untuk di ucapkan

Sekali lagi kuingin kau mengerti
Rasa cinta ini sungguh sangat menyakiti
Tapiku hanya makhluk tak bermateri
Dipandang sebelah mata tak punya reputasi

Sekilas cuplikan lagu yang di nyanyikan oleh Bondan atas apa yang dialami oleh rajes terhadap seoarang cewek kampusnya yang bernama novi.
Pagi itu terdengar dari kejauhan kokokan merdu ayam jantan yang menandakan bahwa pagi sudah mulai datang dan berarti harus siap ngejalanin hari baru, akhirnya rajes mulai bergegas bangun dari pulasnya mimpi dengan melangkahkan kaki untuk turun meninggalkan tempat tidur nyamannya yang bisa dikatakan tergolong mewah rajespun langsung mengambil air wudhu untuk memenuhi panggilan ilahi rabbi secara berjamaah ke sebuah masjid agung yang berada enggak jauh dari rumahnya, setelah menunaikan sholat subuh akhirnya rajes mulai mempersiapkan diri untuk memulai belajar perdana di kampus barunya tersebut.
Tidak lama setelah itu rajespun mencoba melirik jam di computer yang berada disudut kamarnya itu, dan akhirnya dia putuskan untuk berangkat ke kampus yang dimana kampus tersebut lumayan jauh dari tempat tinggalnya rajes mulai menghidupkan mobilnya dan mengemudi dengan laju karena takut terlambat untuk masuk kuliah perdananya itu.
Raja siang sudah mulai menyapa dengan pancaran sinar hangatnya yang seolah-olah memberikan kabar gembira bahwa hari itu merupakan hari yang sangat menyenangkan dan mungkin sangat bersejarah bagi mahasiswa atau mahasiswi baru karena hari itu merupakan hari pertama mereka menginjakkan kaki di universitas idaman mereka tersebut terutama rajes yang pada waktu itu berpenampilan yang serba baru bak seorang bayi mungil yang baru lahir kedunia yang disambut dengan dengan membuatkan bahkan membelikan segala yang baru buat dia.
Tidak lama kemudian rajespun sampai di depan gerbang utama kampus barunya tersebut kemudian langsung memarkirkan mobilnya dekat fakultasnya. Rajes merasa agak asing pada hari pertamanya itu akhirnya untuk mencari teman rajespun mencoba melangkahkan kaki menuju ke kelas barunya itu.
Dari kejauhan rajes melihat dua sosok bayangan manusia yang sedang asyik ngobrol di depan taman kampus barunya itu, perlahan-lahan rajes coba mendekati mereka semakin rajes mendekati mereka sosok wajah wanita itu sepertinya pernah dia kenal dan memang tak salah lagi ternyata salah satu diantara keduanya itu adalah cewek yang pernah dia kenal waktu registerasi yang bernama susi itu. Rajespun mulai mendekatinya seraya menyapa….
“hi..sus,pa kabar..!!? sapa rajes dari belakang
“eh rajes…ngagetin aja…!! alhamdulillah aku baik-baik aja kok, kamu sendiri gimana….!!” Balasnya
“so pasti baik donk…!!”
“tuutt…tutt…tutt….” Suara hp rajes berbunyi
“susi tunggu sebentar ya aku mau jawab telpon dulu….” Pintanya
“ya jangan lama-lama”ujar susi sambil melanjutkan obrolannya dengan teman barunya itu.
Enggak lama setelah itu rajespun balik menemuinya
“oya…..jes kenalin nich,teman baruku….!!? Ucap susi menatap teman barunya itu.
“ohh…iya.!!” Balas rajes
rajespun kemudian mengulurkan tangan kanannya…..
“rajes…”Kamu
“novi…”ucapnya sambil menatap kearah rajes penuh tanya karena penampilan rajes yang agak gaul
“kamu mahasiswi baru yach….??”Tanya rajes menghidupkan suasana
“iya….”balasnya sepontan
“Ooo….gitu?”
“pantes aja sama susi….kalian kenal dah lama …”?? Tanya rajes sambil tersenyum
“Alhamdulillah baru beberapa hari ini kok……”balas novi dengan suara khasnya yang lembut bak sutra.
rajespun tertegum sejenak dan kembali menatap cewek yang bernama novi itu
“cewek ini lumayan cakep….”gumam rajes dalam hati sambil terlihat melamun….??
Tiba-tiba susi menggertaknya dan menepuk kedua bahunya dari belakang….
“hi….jes,lagi ngapain…!!” sahut susi
“kamu melamun ya….??lamunin siapa jes…..?!!” tanya susi kegirangan
“enggak kok, enggak da apa-apa…,siapa yang ngelamun….!!??” Balas rajes pura-pura
“bener nich…!!”
“ya, swear….”balasnya
Tak disangaka novipun ketawa kecil melihat tingkah rajes seperti itu.
Sambil menunggu dosen datang rajes mulai banyak ngobrol sama novi yang kebetulan satu jurusan dengannya itu.novi memang cewek yang tercantik di kelasnya sehingga membuat rajes jatuh hati.selain cantik novi juga cewek yang cerdas namun dia begitu cuek sama teman yang gak ia kenal..
Setelah lama menunggu di koredor kampus barunya itu dosen yang mereka tunggu itu tidak kunjung datang akhirnya rajespun mengajak novi untuk makan bersama di kantin mahasiswa
“nov…kita makan bareng yuk”pinta rajes menatap kearah novi
“makan…..?”ucap novi keheranan
“iya makan emang kenapa…..?”jelas rajes
Novi kelihatan gerogi karena baru kenal kok tiba-tiba ngajak makan berdua lagi
“em...gak apa-apa kok”balas novi
Rajes hanya tersenyum melihat novi dan mengajaknya jalan bersama ke kantin.sesampai di kantin rajes semakin lebih leluasa ngobrol ama novi dan mereka kelihatan begitu serasi.
Tidak lama setelah itu suara adzan mulai berkumandang dari masjid kampus yang menandakan bahwa waktu shalat telah datang dan nampak dari kejauhan mahasiswa yang beragama muslim sudah mulai memenuhi tempat wudhu dan siap-siap melaksanakan shalat dzuhur secara berjamaah.
Kelihatan rajes dan novi masih asyik ngobrol di kantin namun karena dzuhur tiba novipun memutuskan untuk pulang.lebih awal dan rajespun ikut mengantar novi sampai ke jalan raya kampus barunya itu
“oy jes aku pulang dulu yach….”ujar novi sambil membuka koncian motornya itu serta melambaikan tangan kearah rajes.
“ya ….hati-hati !!”balas rajes sambil tersenyum melihat kepergiannya,rajes hanya bisa bengong dan bengong menatapnya,tanpa diadari tiba-tiba kelakson mobil terdengar menuju kearahnya
“teettt…….teeet……….teeettt..!!!!”
“Oupsss….rajes tersentak kaget ternyata dia berada di tengah jalan yang kelihatan terbuai dalam lamunan”
“hey mas ,kalo lagi dijalan enggak usah melamun..!!”tegur pak sopir angkot kota dengan nada rada-rada marah
“makasih ya pak….”balas rajes berterimakasih
“untung enggak terlalu banyak yang ngelihat….”gumam rajes dalam hati sambil melanjutkan perjalanan menyusuri tepi jalan beraspal hitam pekat itu sambil terniang di benaknya wajah novi.sungguh pandangan pertama begitu indah dan berkesan dalam hatiku yang paling dalam serta membuat aku bersemangat untuk selalu bertemu dengannya seolah-olah aku ingin selalu berada di sampingnya sungguh…..apakah ini awal dari sebuah cinta”gumam rajes sambil tertawa kecil.
Setelah pertemuan awal itu rajes jadi sering sms bahkan telp dia,sehingga rajes dan novi terasa dekat banget sesekali kadang rajes berikan dia motivasi untuk belajar dan selalu mensuport dia dalam segala hal.namun pada suatu hari novi sangat marah sekali sama rajes gara-gara salah faham.
“jes….kamu gak usah GR gitu dech,siapa yang mau sama kamu…!!”tulis novi lewat pesan singkat yang sampai pada hp rajes itu
rajespun langsung kaget sambil menarik nafas dalam-dalam dan kembali memperhatikan maksud tulisannya itu.
“eh nov kamu gak usah nuduh kayak gitu donk….!!masalahnya apa…,aku gak nyangka kamu akan seperti ini,kamu dah dewasa berfikir sebab masalahnya apa dan coba kamu temui orangnya….!!” Balas rajes dengan rasa jengkel
Tidak lama setelah itu hp rajes yang bernada poliponik itu mulai berdering yang menandakan ada pesan yang masuk,lagi-lagi dari novi
“sory ya jes,aku gak bermaksud nuduh kamu…sory baget ya…!!” tulisnya
“ya udah gak apa-apa kok,lain kali gak usah nuduh kayak gitu aku kesel banget nich…..!!” jawab rajes sambil langsung menon aktifkan hpnya.
pada saat itu jam di telpon genggam rajes menunjukkan 10,30 WIB waktu untuk masuk kelas,kebetulan rajes, sama novi satu kelas tepatnya kelas B pada jurusan bahasa dan sastra sehingga rajes dan novi sering ketemu bahkan ngobrol banyak kalo dosen lagi gak ada.rajes dan dia menjadi sahabat yang begitu dekat sehingga sering teman-teman rajes yang cowok usil dan godain kalo lagi ngomong sama novi.
“jes…lho ama novi kok mesra banget sich,bak romeo dan juliet…!!!!??”ujar hary yang kebetulan berasal dari jakarta itu
“ah…kamu har,gak kok biasa aja lagi”balas rajes sambil menepuk bahunya
“novi itu pacar lho ya….!!”ujarnya sambil tersenyum
“gak kok,dia itu teman dekat aku”balas rajes
“ah yang bener aja jes…..!!??”tanyanya lagi
“bener kok,masak kamu gak percaya sich ama aku”tegas rajes
“emang kamu mau ya sama novi…!!”geledek rajes
“gak kok,masak gue jadi pagar makan tanaman sich…!!gak baik lagi”balasnya yang sok puitis itu.
“Ya udah kalo gitu aku mau cabut dulu”sapa rajes
rajespun langsung nyamperin novi yang kebetulan waktu itu lagi setarter motor grand nya yang sudah agak tua berwarna pink campur hitam itu.
“nov kamu mau pulang ya,kalo gitu hati-hati aja di jalan”ucap rajes sambil ingetin dia
“ya…. Makasih”balasnya sambil mengikat helm putih miliknya itu
“drun….drun…drun…!!!!!!!!!!!”suara gas motornya
“dah ya jes….”ucapnya
“ya”tandas rajes sambil tersenyum
Akhirnya novipun mulai menghilang dari pandangan rajes, tanpa terasa perut rajes mulai berbunyi yang menandakan waktunya untuk isi ulang,langsung tanpa pikir panjang diapun berjalan menuju kopma yang gak begitu jauh dari fakultasnya itu.disana dia ketemu kembali dengan teman sekelasnya
“hi…jes kok tumben kamu datang terlambat dan sekarang wajah kamu kok kelihatan cerah banget,ada apa….”Tanya alex kegirangan
“eh kalian tau gak rajes barusan ngomong mesra baget sama cewek yang paling cakep tapi cuek itu….!!”sambung hari yang kebetulan duduk di samping kanannya itu
“maksud kamu cewek yang cuek itu siapa..??”tanya hendri
“itu lho si novi masak lho gak tau sich”jelasnya
“wah yang bener aja jes,kamu suka ya sama si novi….!!”ujar ujang sambil menatap kearah rajes yang penuh dengan tanda tanya
“gak kok…,aku dah bilangin dia itu teman dekat aku….”jawab rajes tegas
“temen…apa temen…!!!??”tukas hari sambil ketawa
rajespun mulai terdiam bak kehabisan kata-kata dan sejenak langsung menundukkan kepala
“lho kenapa jes…!!”marah ya…..!”ucap hari
“gak kok,aku cuma gak enak badan aja…!!”balas rajes dengan memalingkan wajah kearah halte kampus yang dipenuhi oleh mahasiswa yang nunggu anterean bis yang menuju ke tempat tinggal mereka.
“Ooo…..gitu!!!!”sambung hari sambil menepuk kedua bahu rajes
“jes lho beruntung banget kalo novi itu bisa jadi pacar lho,memang anak itu cueknya sih minta ampun tapi satu hal yang perlu lho ketahui bahwa anaknya itu gak banyak neko-neko seperti cewek yang lain”sambung hari sambil memberikan semangat
Detik berganti detik jam berganti jam sehingga waktu berlalu begitu cepat sungguh rajes tidak menyangka semakin hari rajes sepertinya selalu ingin bersamanya padahal rajes sama sekali tidak ada pikiran kayak gitu sama dia,mungkin karena teman-temannya rajes yang selalu manas-manasin dan mensuport. rajes tidak tahu entah kenapa hal tersebut selalu dan selalu melintas dalam benaknya…..rasa itu selalu muncul sepertinya ada sesuatu yang mendorong nya untuk mendekati novi dan mengatakan akan apa yang rajes alami sama dia, namun dalam hatinya rajes masih memegang teguh janji papa dan mama nya yang tidak akan ngizinin dia untuk pacaran sebelum dia menamatkan kuliahnya sampai mendapatkan gelar S3. sungguh itu merupakan beban pikiran buat rajes yang mana dia harus putusin sendiri,rasa cinta yang ada semakin lama semakin menggelora seolah-olah rasa itu tidak kan pernah sirna selamanya tanpa disadari rajespun tenggelam dan terbuai dalam mimpi yang begitu indah.
Pagi itu sang surya kembali menampakkan wajahnya di ufuk timur yang memberi kehangatan kepada semua insane di muka bumi.pagi itu rajes kelihatan begitu semangat setelah sarapan diapun langsung berangkat ke kampus kebetulan pagi itu dia punya mata kuliah filsafat.setelah sampai di kampus rajespun memarkirkan mobilnya di tempat biasa.namun tidak disangka novipun memanggil dari belakang
“jes….!?”sapa novi dengan suara keras
Rajespun mulai memalingkan wajahnya kearah suara yang memanggil namanya itu.
“hai nov..”jawab rajes sambil menghentikan langkahnya dan kembali menatap novi
“jes….dah masuk lom”tanyanya sambil melihat kearah rajes
“belum aku juga barusan sampai kok”jelas rajes sambil mengajak novi menuju kekelas.
Seperti biasa sehabis kuliah rajes langsung ke kopma nongkerong bareng ama temannya namun kali ini tidak,dia makan bersama novi di tempat lain yang memang lebih mahal dan suasananya cocok banget untuk sepasang kekasih dan memang ini sudah direncanain oleh rajes untuk ungkapin rasa yang ada di dalam hatinya kepada novi teman dekat sekaligus tempat dia jatuh hati itu. setelah sampai di tempat tujuan dengan mobil hitam miliknya itu rajes mulai memesan menu makanan
“nov…kamu pesan apa”Tanya rajes
“terserah kamu deh…”balas novi tersipu malu karena baru pertama kali makan ditempat yang elit seperti itu
“oya nov sebenarnya aku ingin mengatakan sesuatu sama kamu”ucap rajes sambil menarik nafas dalam-dalam
“apa…ungkapin aja”pinta novi
“sebenarnya aku…aku…aku…!!!??”mulut rajes kelihatan kaku saat bersama novi semua kata-kata yang telah ia siapkan semalaman itu hilang entah kemana bak disambar petir.
“emang kamu kenapa jes…..?”Tanya novi penasaran
“gak kok….,udah lupain aja sekarang kita makan aja”balas rajes sambil meremas-remas tangannya
Novi mulai agak heran melihat tingkah rajes namun dia tidak mau pusing karena itu emang urusannya”gumamnya dalam hati.
Setelah makan rajespun mengantarkan novi kembali ke kampus untuk mengambil motornya sehabis itu rajes langsung balik kerumahnya tanpa mengikuti mata kuliah yang terakhir.di kelas sastra rajes tidak kelihatan nongol seperti biasa hal itu semakin membuat novi penasaran dengan sikap rajes yang akhir-akhir agak berbeda sama dia.
Sesampai dirumah rajes kemudian merebahkan tubuhnya diatas spring bed empuknya itu,dia memikirkan hal terjadi sama dia dan novi wanita tempat dia jatuh cinta namun rasa cinta itu selalu dan selalu gagal untuk dia ungkapkan entah kenapa….??
Rajes tidak bisa tidur dengan nyenyak kadang dia bangun kemudian jalan-jalan sekeliling kamarnya yang dipenuhi poster GP dan poster band-band pavoritnya itu.namun karena terlalu capek tanpa terasa rajes mencoba mengambil bantal guling dan memulai memejamkan mata sipitnya itu dan akhirnya diapun terbuai dan terlelap dalam mimpi yang begitu indah dan dia sangat berharap bisa bertemu dengan novi dalam mimpinya.
Begitu sampai rumah novi langsung sholat dan merapikan buku-buku bekas belajarnya tadi malam yang belum sempat ia rapikan pagi tadi karena harus buru-buru ke kampus.setelah itu novi mengambil CD MP3 dan memutarnya yang menemaninya tidur namun dalam benaknya sempat kepikir tentang tingkah rajes yang mulai agak beda terhadap dirinya novi kembali bangun dari tidurnya dan membuka korden kamarnya sambil menerawang ke langit luas pikirannya tentang tingkah rajes itu selalu mengahantuinya setelah lama mondar mandir di sekitar kamar novi mulai kelihatan capek dan lesu akhirnya iapun tertidur dengan pulas sampai menjelang sore.
Seperti hari-hari biasa rajes pergi ke kampus dengan mengemudi mobil pemberian bapaknya itu.di kampus rajes termasuk anak yang baik,kaya dan tdak suka membeda-bedakan antara yang kaya atau miskin rajes anaknya dermawan hal itulah yang membuat dia banyak dikenal oleh teman-teman sekampusnya padahal dia adalah mahasiswa baru di kampus itu.
Detik berganti detik jam berganti jam waktu berputar begitu cepat tidak terasa waktu ujian semester yang pertama pun semakin dekat.setelah membaca pengumuman dan pengambilan kartu ujian rajes langsung pulang sambil menelusuri taman-taman kampus yamng tertata rapi oleh petugas setempat nampak dari kejauhan novi sedang berlari-lari untuk segera mengambil kartu ujian dan melihat tempat duduknya seperti di kejar badai tsunami.dari balik dinding gedung fakultas saintek terlihat susi dan teman-temannya melambaikan tangan dan seraya memanggil
“jes…..sini!!”sapanya sambil menatap kearah rajes yang sedang berjalan ke mobilnya
“hai sus…”balas rajes sambil mengurunkan niatnya untuk pulang.rajes akhirnya menemui temannya itu karena memang lama tidak pernah ketemu sejak mulai kuliah itu.susipun bergegas turun dari lantai kampusnya bersama-sama temannya yang sekelas dengannya itu.
“hai sus pa kabar….”sapa rajes dengan khas rajes yang selalu di barengi oleh senyuman.
“baik kok…kamu sendiri gimana…”balas susi.
“so pasti baik……”sambung rajes
sempat terdengar suara berbisisk-bisik dari teman susi
“yoga,cowok ini cakep juga ya….kenapa susi gak mau jadi pacarnya “ujar reni
“ah kamu ren….emang kamu naksir ya sama cowok itu,kalo mau sekaranag aku akan katakan sama dia, raje…..ss!!!tiba-tiba keluar dari mulut reni
“eh yoga kenapa kamu manggil “balas reni sambil menutup mulut yoga dengan tisu,yogapun langsung terdiam kaku bak di terpa gunung es.susi mulai menatap kearah teman-temnnya yang suka usil itu
“eh kalian apa-apain sih….!?”Tanya susi sambil menatap teman sekelasnya itu.melihat tingkah mereka itu susi akhirnya memperkenalkan mereka dengan rajes
“oya jes kenalin nih teman-teman kelasku….ni yoga dan yang satunya lagi reni”ujar susi sambil menunjuk mereka satu persatu.
“oh iya aku jadi lupa,kirain bukan temanmu sus”jawab rajes yang kemudian memperkenalkan diri.reni dan yoga kelihatan gerogi karena baru pertama kali kenalan dengan cowok secakep rajes.rasa cintapun mulai muncul di dalam hati reni kepada rajes.
“oya sus kita dah lama gak pernah ketemu gimana kuliahmu lancer-lancar ja kan….?”tanya rajes
“ya gitu deh,terus gimana dengan novi katanya kamu sekelas dengan dia ….!!?”Tanya novi balik
“ehm….iya,dia sekelas dengan aku”balas rajes dengan suara sedih tiba-tiba novi muncul diantara mereka
“hai semuanya…”sapa novi dari belakang rajes
“hai juga….”jawab semuanya serentak seperti ada yang mengomandoi
“jes ….kamu kemana aja dari tadi,aku capek banget nyari kamu”Tanya novi sambil menatap kearah rajes.
“emang ada apa….aku dari tadi disini kok sama susi”balasnya sepontan.
“ya sebenarnya tadi rajes mau buru-buru pulang tapi untung aku lihat terus aku panggil coz lama gak pernah ketemu,emang ada apa nov….ehm…jangan jangan there’s something to talk about ya ….!!?? “sambung susi seraya menatap keduanya.
“iya donk….jes sekarang aku ikut kamu pulang ya coz motorku ada masalah gak bisa jalan mungkin aku akan titipkan ke satpam kampus”pinta novi sambil memegang keduan tangan rajes
“iya…iya.. entar aku antar”balas rajes.
Yoga dan reni kembali membuat diskusi kecil-kecilan
“yog….”sapa reni
“ada apa lagi sih ren…!!”jawab yoga yang sedang asyik baca komik sinchan
“jangan…jangan…cewek ini ceweknya rajes lagi”tandasnya
“ya ampun reni mana yoga tau….”balas yoga dengan nada agak kesel
Setelah lama ngobrol dengan teman lamanya itu rajespun langsung mengantarkan novi pulang
“sus,reni yoga….aku cabut dulu yach”sapa rajes sambil mengajak novi naik ke mobil yang gak jauh dari tempat mereka tadi.reni hanya bengong dan bengong melihat rajes dan novi namun reni akhirnya mengurungkan niatnya untuk menjadi pacar rajes.
Susi dan yoga agak heran melihat tingkah reni yang gak seperti biasanya.akhirnya mereka pun meninggalkan reni sendirian yang terbawa oleh lamunan.
Pagi itu sianar sang surya mulai menerangi alam jagat raya,burung-burung mulai melantunkan suara terbaiknya di antara petakan sawah dan ranting pohon yang rindang begitu juga dengan suara jangkerik ikut menyambut pagi hari yang cerah itu dengan rasa syukur kepada Tuhan yang Maha Kuasa karena mereka masih diberikan kesempatan untuk menikmati hidup ini.tidak terkecuali rajes pun merasa hari itu bahagia banget karena dia harus mengadu otak selama beberapa jam didalam ruangan untuk menentukan apa yang telah ia dapatkan selama peroses belajar di kampus.begitu juga dengan novi dia sudah mati-matian untuk belajar agar ia dapat nilai yang memuaskan nantinya.ujian semester berlangsung selama kurang lebih satu minggu hal itulah yang membuat rajes harus menguras tenaga sebanyak-banyaknya rajes mulai banyak membaca dan membeli buku yang berkenaan dengan yang akan di ujikan itu.sampai-sampai rajes jarang menelpon bahkan sms novi.tidak terasa waktu satu minggu begitu cepat rajespun dengan sangat gembira setelah bisa menyelesaikan soal ujiannya dengan sempurna.hal seperti itu juga yang dialami novi dia kelihatan begitu bahagia namun rasa penak,jenuh,betek dengan suasana selama ujian berlangsung itu membuat dia harus melakukan refreshing.
Waktu liburan semester telah datang rajes mencoba mengambil telpon genggam nokia N90 milikya itu kemudian memulai untuk memencet nomor telpon genggamnya novi
“tiit….tiiit…”suara hp novi berdering,novi yang kebetulan lagi bersih-bersihkan kamarnya itu langsung mengangkatnya sambil duduk di kursi belajar dekat jendelanya.
“hai jes….da apa”jawab novi
“nov kamu ada acara gak hari ini coz sekarang aku lagi sumpek,jenuh banget setelah ujian dan aku ingin ajak kamu untuk refreshing ke gunung sama teman-teman mapalaska“jelas rajes yang kebetulan ikut dan bergelut dalam mapalaska kampus.
“iya….aku juga betek banget nich,berangkatnya kapan”tanya novi ingin tahu
“sekarang sekitar jam 10,00an pagi,oya nanti aku jemput kerumah kamu atau kamu mau ke kampus langsung”sambung rajes
“kamu ke rumah aja coz motorku masih rusak…gimana?”jawab novi dengan nada minta tolong.
“ya entar akau kerumah kamu yang penting kamu siap-siap aja yach”balas rajes sambil mematikan telepon genggamnya itu.rajes loncat-loncat kegirangan di atas spring bed miliknya itu sambil mempersiapkan diri untuk menjemput seseorang yang selama ini dia cintai dan sayangi.setelah mempersiapkan peralatan-perlatan dan barang-barang yang dibutuhkan dalam perjalanan rajes kemudian mandi dan sarapan dengan kenyang setelah itu dia mulai pamitan sama papa dan mamanya yang kebetulan waktu itu lagi tidak masuk kantor karena hari libur
“papa,mama….rajes pergi dulu ya dan do’ain rajes biar selamat sampai tujuan”pinta rajes sama papa dan mamanya
“iya jes…papa dan mama akan selalu do’ain kamu dan kapan kapan kamu bawa donk cewek tempat kamu jatuh hati itu kerumah biar mama dan papa bisa kenal sama dia”ujar mama rajes sambil tersenyum melihat anak semata wayangnya itu akan pergi meninggalknnya untuk beberapa hari.
“ehm….ehm…insya allah mam,dah ya rajes berangkat dulu…dah mama papa”ucap rajes sambil membuka pintu mobil jazz hitam miliknya itu.sedikit demi sedikit rajes mulai hilang dari pendangan papa dan mamanya.rajes mengemudi mobilnya dengan kencang menuju rumah novi dekat batas kota itu sambil memutar lagu DJ dengan suara keras bak sedang berada di dalam diskotik.
Tidak lama setelah itu nampak novi sudah lama nunggu rajes di depan pintu rumahnya tiba-tiba terdengar suara kelakson mobil rajes memanggil.rajespun keluar dari mobilnya sambil tersenyum memandang kearah novi, pagi itu novi kelihatan lebih cantik dari hari-hari biasa hati rajes yang ditumbuhi rasa cinta sama novi itu kembali mekar.novi pun terperanjat melihat pandangan tajam yang keluar dari mata rajes namun dia sikapi dengan biasa karena memang novi sudah tau sifat dan karakter serta akting-akting yang di miliki rajes.
“jes….masuk”sapa novi
“ya….”balasnya sambil melangkahkan kaki dan membuka gerbang pintu rumah novi
“bu,novi pergi dulu ya”ucapnya sambil menyalami dan mencium tangan ibunya rajespun ikut menyalami ibu novi
“jes ibu minta kamu untuk jaga novi karena ibu khawatir kalo penyakitnya tiba-tiba kambuh…..”ujar ibu novi.
“ya bu…”balas rajes sambil menatap kearah novi,novi tersipu dan tersenyum lebar melihat rajes yang menganggukkan kepala seperti burung beo yang lagi mematuk matuk makanannya.rajes dan novi akhirnya meninggalkan rumah novi dan langsung menuju jalan ke kampusnya yang tidak jauh dari rumah novi kira-kira sekitar 1 kilo meter.
Di depan kampus anak-anak mapalaska sudah mulai kelihatan kumpul dan siap untuk berangakat kelokasi tujuan namun dari gerbang kampus nampak mobil jazz hitam memasuki dan mendekati temapat mahasiswa yang kumpul itu.rajespun beerhenti tepat ditempat mahasiswa yang kumpul itu,dia kemudian keluar dari mobil dan membukakan novi pintu mobilnya.
“eh….kamu jes,kirain siapa wah ada novi ya “sapa alex sambil melihat kearah rajes yang kelihatan gembira.teman-teman rajes yang dari mapalaska itu bersorak-sorai ketika dia berjalan bersama novi.suara-suara usil yang keluar dari mulut mereka tidak dihiraukan oleh novi.
“ya udah teman-teman sekarang kita berangkat aja”ucap rajes sembari memandang kearah teman-teman mapalaska
“yoi…..”jawabnya serempak.
Novi,alex dan budi ikut naik di mobil rajes sementara yang lain naik mobil pariwisata.novi duduk di depan bersama rajes hal seperti inilah yang selalu di inginkan terjadi oleh rajes.sambil melintasi daerah pedesaan,pegunungan bahkan pesisir pantai akhirnya merekapun sampai pada lokasi tujuan,saat itu matahari mulai kembali keperaduannya.malampun tiba teman-teman rajes sudah mempersiapkan api unggun untuk menghangatkan suasana malam.nampak rajes yang kelihatan menyendiri di depan api unggun itu membuat novi mendekatinya
“jes…kamu kenapa?tanya novi sambil menatap ke arahnya
“ehm….gak ada apa-apa kok nov,”jawab rajes
“tapi kok muka kamu kelihatan murung gitu ada apa….sebenarnya”sambung novi penasaran
“nov…”
“iya ada apa”
“nov aku ingin ngungkapin sesuatu sama kamu…..”ucap rajes sambil memandang novi
“ya ucapkan aja jes…”cetus novi
“aku….aku….!!!??
“kamu kenapa jes….”balas novi
Mulut rajes kelihatan kaku untuk ngungkapin rasa hatinya kepada novi bak diterpa gunung es dari ketinggian satu ribu meter, kata-kata yang telah ia siapkan sehari sebelumnya itu hilang entah kemana bak di sambar petir.rajes hanya terdiam memandang novi. apakah ini namanya cinta yang terpendam”gumam rajes dalam hatinya.

Kupu-Kupu Malam

Malam mulai menyelimuti gedung-gedung pencakar langit,jalan-jalan sudah mulai padat oleh kendaraan roda dua dan empat. lebih-lebih suara roda khas para pedagang roti bakar. klub-klub malam sudah mulai dipenuhi oleh orang-orang beruang dan borjuis lebih-lebih ekskutif muda yang butuh refreshing setelah full time bekerja seminggu penuh. para pengamen dan anak jalanan masih kelihatan serius bekerja dan bernyanyi di lampu merah dibawah jembatan layang kota metropolitan itu. nampak di sepanjang jalan di penuhi oleh para pekerja malam yang sedang menunggu pelanggan, mereka kebanyakan mengincar para ekskutif muda dan om-om yang beruang.
Uang dan unglah yang membuat semuanya lancar tanpa uang bagaikan berada di neraka”ucap santi sambil mengoles-oles bedak di pipinya yang putih itu
“ya kenapa ya…….”balas anggi
“apakah selamanya kita harus seperti ini…..?”sambung tesa yang kelihatan risau belum dapat pelanggan itu
“anggi,tes….kok malam ini sepi banget ya,kalo gak da pelanggan sekarang kita mau makan apa besok”cetus santi sembari meremas-remas buah dadanya yang mulai kelihatan gatal itu.
“iya sepi banget,mungkin tuhan tidak kasihan lagi kepada kita karena tingkah kita selama ini”sambung anggi yang kemudian di tertawai oleh teman-teman seperofesi itu.
“anggi…..jangan ceramah disini donk….!!?”tukas tesa kesel
Teett……teetttt…..”suara mobil sedan yang berpelat Jakarta itu sambil menepi dan mengajak salah seorang diantara para pekerja malam itu.
“hi,bung…..”ucap sinta yang kelihatan sudah tidak tahan itu
“hi,naik yuk”ucap pemilik mobil sedan itu sambil membukakan sinta pintu depan mobilnya.mobil itu kemudian melaju kencang menuju sebuah hotel berbintang. sambil mengendarai mobil tangan kiri bung itu mulai meraba-raba paha sinta yang putih langsit itu. sintapun tidak mau kalah gerak dia semakin memasukkan tangan bung itu kedalam rok mininya itu sehingga dia kelihatan mulai mendesah.
“periit….periiiit…..”suara peluit tukang parkir hotel. bung itu langsung memarkirkan mobilnya dan mengajak sinta jalan kedalam hotel
“embak ada kamar yang kosong gak…”tanyanya kepada petugas hotel
“ada bung…,pesan untuk berapa orang”tanyanya
“satu embak…”balas bung itu kembali
“oya kamar 356 dan nih kunci kamarnya”sambung petugas hotel itu sambil memberikan konci kamarnya.
Sinta dan bung itu mulai jalan menuju kamar yang di tentukan oleh petugas itu.
“treeeeeeeeeeeett……….”suara pintu kamar terbuka.
“masuk yuk….”sapa bung itu sambil menarik tangan sinta dan langsung mengonci kamar itu rapat-rapat.sambil berjalan menuju kamar tidur bung itu mulai memeluk sinta dari belakang dan meraba-raba pinggul dan bagian depan tubuh sinta yang montok itu perlahan-lahan dia mulai membuka baju dan celananya dalamnya penisnya kelihatan sudah mulai berdiri keras sinta yang kelihatan terangsang itupun langsung menanggalkan baju dan celana dalamnya, kini mereka sudah mulai babak yang membawa mereka kedalam dunia yang tidak pernah akan terlupakan itu. pelan-pelan bung itu meraba-raba payudara sinta dan kemudian memasukkan penisnya yang sudah mulai kelihatan memanjang itu kedalam vagina sinta
“ouhh…ouhh…..”deris sinta sambil memeras-meras kedua buah dadanya yang besar itu. bung itu semakin keras mendorong penisnya masuk kedalam vagina sinta sampai berlumuran degan air kental yang keluar dari vagina sinta itu.
“ouh…ouh….nikmatnya”cetus bung itu sambil memegang buah dada sinta. sinta semakin bergairah.dunia terasa milik mereka berdua sesuatu yang seharusnya tidak terjadi akhirnya terjadi malam itu. sinta kelihatan mulai lemas begitu juga bung itu yang kemudian dengan pelan-pelan mencabut penisnya dari vagina sinta dan langsung ke kamar mandi. sinta yang masih kelihatan tergeletak telanjang bulat di atas spring bed, tubuhnya kelihatan kaku. setelah dari kamar mandi bung itu kemudian merapikan pakaian dinasnya seperti semula dan mengambil dompetnya yang berisi lembaran-lembaran merah bertulisan ratusan itu dan menaruh uang itu di antara kedua buah dada sinta.sinta akhirnya terbangun dan mulai menyadari apa yang telah ia lakukan malam itu karena takut di ketahui polisi tanpa membersihkan diri akhirnya ia pun bersegera merapikan pakaiannya dan menaruh uang itu kedalam tasnya dan mulai mengikuti bung itu untuk mengantarnya ketempat mangkalnya.
Sesampainya di tempat mangkalnya sinta kemudian turun dari mobil bung itu,mobil itu kembali melaju kearah awalnya. teman-teman sinta yang seperofesi masih kelihatan menunggu pelanggan.sambil berjalan agak tersendat-sendat sinta mendekati temannya.matanya mulai berbinar-binar ketika melihat beberapa lembar uang bernilai ratusan ribu itu ada di tangannya, kini hatinya tidak gundah lagi namun sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya sudah di renggut oleh manusia-manusia yang berhidung belang, kini ia hanya bisa meratapi akan semua hal itu namun bagaimanapun juga ia harus menanggung semua akibatnya.demi menyambung hidup mau gak mau ia harus meneruskan perofesinya itu demi mencukupi kehidupannya ditengah kehidupan yang semakin mencekik leher itu.
“hi…..”sapa sinta dengan suara agak lemas
“hi juga,gimana kencan kamu sama bung itu sin……”tanya tesa yang mulai menyapa pelanggannya itu
“wah seru abis…….!!?sambungnya sambil menutup tas kecil dan memasukkan lembaran-lembaran uang ke dalam tas kecil warna gray. sinta mulai meninggalkan tempat mangkalnya menuju tempat tinggalnya yang tidak jauh dari lokasi itu. sampai rumah kontrakannya sinta mulai merasakan ada sesuatu yang gatal di sekeliling vaginanya iapun mencoba untuk menggaruk-garuknya bintik-bintik merah itu semakin gatal saja yang membuat sinta semakin tidak tahan, darah mulai kelihatan mengalir dari dalam vaginanya ia semakin khawatir akan kesehatan alat reproduksinya itu iapun kemudian bergegas pergi ke kamar mandi dan membersihkannya namun darah itu semakin saja mengalir bak tidak ada habisnya, darah yang mengalir itu beraroma tidak sedap
“bau…bau…..”ucapnya sambil mencoba membersihkannya dengan sabun dove. kehawatiran akan terkena penyakit HIV ia kemudian mengambil beberapa butir pil pembersih vagina dan membunuh janin yang ada di dalam laci meja riasnya itu. kini rasa perih dan darah itu mulai kelihatan mereda namun ia yakin bahwa penyakit itu pasti akan menghampirinya selama ia masih melakukan pekerjaannya itu.
Tanpa disadari ia pun tertidur tak sadarkan diri.malam kota metropolitan itu seolah olah tidak mau tahu akan apa yang terjadi dengan warganya,suara bar dan diskotik masih saja terdengar ramai oleh pengunjjung yang memang non-stop itu. para pekerja malampun tidak mau ketinggalan untuk menawarkan kenikmatan tubuh mereka kepada lelaki-lelaki berhidung belang yang tidak pernah merasa puas dengan seks yang diberikan oleh isterinya itu.