CERPEN

Saturday, November 18, 2006

IDUL FITRI DI RANTAUAN


Hari ini mungin merupakan hari yang sangat menyedihkan buatku karena hari ini aku jauh dari kedua orang tuaku,namun sayang sekali tidak nampak sedikit kesedihanpun di raut mukaku, tapi bayang-bayang raut wajah mereka selalu nampak dipelupuk mataku seolah-olah tidak mau hilang dari relung jiwa yang paling dalam akupun sempat berfikir apakah ini yang dinamakan rasa sayang dan cinta seorang ibu terhadap anak tercintanya.namun bagaimanapun juga aku harus menahan rasa haru dan pilu ini sendiri.
lantunan suara takbiran membangunkanku dari nyenyak dan pulasnya tidurku. Qomar(teman-Q)mulai membangunkanku dan menyuruhku untuk segera mandi untuk persiapan menyambut hari kemenangan. Setelah selesai mandi kamipun mulai berangkat kerumah suci yang sudah mulai dipenuhi oleh insan-insan yang ingin memperoleh nikmat taqwa dari tuhan-Nya.
Setelah solat ied kamipun kembali kerumah, disepanjang jalan menuju rumah temanku itu nampak orang–orang lagi memepersiapkan diri dan keluarga mereka untuk pergi ketempat pariwisata yang kebetulan tidak jauh dari rumah mereka dan salah satunya adalah pondok al-zaitun. Begitu juga dengan kami aku dan temanku qomar mulai bergegas berangkat ke pondok al-zaitun ,salah satu pondok yang terkenal dan terbesar di asia tenggara itu .
Jalan yang ditempuh cukup panjang dan melelahkan mulai dari jalan yang berlobang,terik matahari yang bisa membakar kulit,namun semuanya itu tidak membuat niat kami surut sedikitpun. Setelah hampir kurang lebih dua jam kami akhirnya sampai pada tujuan dengan selamat. Suasana didalam pondok tersebut sangat ramai oleh pengunjung bukan hanya dari indramayu saja namun juga dari daerah yang lain seperti; dari Bandung,Yogyakartra,Cirebon,Jakarta dan lain-lainnya.
Satu hal yang benar-benar terjadi adalah aku baru pertama kali menggertak aparat keamanan yang sedang bertugas,hal itu terjadi gara-gara kami tidak dikasi untuk masuk kedalam masjid al-zaytun tersebut padahal jaraknya tidak begitu jauh dari gerbang depan pondok tersebut. Aku mulai ngotot untuk minta pengertian aparat tersebut namun gagal juga padahal kami hanya ingin melaksanakan sholat zuhur saja,akan tetapi petugas tersebut tidak memberikan izin juga. Walhasil aku dan temanku itu langsung pulang dan meninggalkan pondok tersebut dengan penuh kecewa. Kacian deh lu……